REVIEW BUKU CASHFLOW QUADRANT KARYA ROBERT T. KIYOSAKI


#jahyareads 
CASHFLOW QUADRANT 
Karya Robert T. Kiyosaki 
 

Cashflow Quadrant adalah buku kedua Robert T. Kiyosaki, buku ini adalah lanjutan dari buku pertamanya: Rich Dad, Poor Dad. Buku ini diterbitkan oleh PT Gramdeia Pustaka Utama, Jakarta dengan jumlah halaman sebanyak 340 halaman. 

Selamat membaca!

Sadarkah kamu, kalau sejak kecil kita sudah diprogram untuk mengurus bisnis orang lain? banyak orang tua mengajarkan atau mendidik anak-anak untuk bersekolahlah, raih nilai bagus dan dapatkan pekerjaan terjamin. Contohnya, menganjurkan menjadi karyawan bergaji tinggi di salah satu perusahaan, menjadi pegawai negeri sipil (PNS) atau sebagai pekerja mandiri berpenghasilan tinggi seperti dokter, pengacara dll.

Apa tujuan hidup mu? Tujuan sama dengan jalan, artinya menemukan jalan dalam hidup adalah tujuan hidup. Buku ini menarik, karena membahas tentang menemukan jalan yang akan ditempuh dalam kehidupan, bagaimana kamu akan menghabiskan waktu yang kamu miliki dan panduan mencapai kebebasan keuangan. Sesuai dengan judulnya, buku ini akan banyak membahas mengenai 4 kuadran E (employee), S (self employed), B (business owner) dan I (investor). Sekolah atau pendidikan adalah tentang menemukan pekerjaan di kuadran E atau S, bukan tentang menemukan jalan hidupmu. Tapi perlu kamu ketahui bahwa pendidikan adalah suatu proses untuk menemukan jalan. 


E untuk employee (karyawan)
S untuk small business atau self employed (pemilik usaha kecil atau pekerja mandiri seperti dokter, pengacara akuntan dll)
B untuk big business (pemilik bisnis besar)
I untuk investor


 

Untuk siapa buku ini ditulis?  Buku ini ditulis untuk orang-orang yang ingin memilih jalan hidup sebagai B (pemilik bisnis besar) dan I (investor) mungkin saat ini yang sedang menempuh pendidikan atau yang sekarang berada di kuadran E (karyawan) atau S (pekerja mandiri) dan ingin berpindah ke kuadran B dan I. Dengan adanya kuadran cashflow, kita dapat dengan mudah  mengkategorikan orang berdasarkan sumber penghasilan kita. Cara menghasilkan uang di masing-masing kuadran berbeda, dibutuhkan kerangka pikir, keterampilan teknis bahkan jalur pendidikan yang berbeda. Berada di salah satu kuadran tidak selalu memberikan jaminan keuangan, tiap-tiap kuadran memiliki kelebihan dan kekurangan. Perlu mengetahui kuadran mana yang cocok dengan kita, dengan cara mengetahui karakteristik yang membedakan orang di kuadran satu dengan kuadran lainnya, sehingga kita punya gambaran tentang kuadran mana yang cocok.

Apa itu Cashflow Quadrant? Cashflow kuadran adalah sumber pendapatan atau penghasilan yang dikategorikan kedalam empat kuadran yang disebut E, S, B dan I. 

Perbedaan tiap-tiap kuadran cashflow sebagai berikut: 

  1. E (Karyawan): Kepastian membuat mereka bahagia, cara pikir mereka adalah "Aku akan memberimu ini kalau kau berjanji akan memberiku itu sebagai imbalannya". Mereka ingin rasa takut mereka berkurang dengan adanya kepastian, sehingga mereka mencari jaminan dan perjanjian yang kuat dalam hal pekerjaan.
  2. S (Pekerja Mandiri): Mereka adalah orang yang ingin menjadi bos atas diri mereka sendiri atau ingin melakukan apa yang mereka mau. Dalam hal uang, seorang S tidak suka jika penghasilan mereka tergantung pada orang lain. Pada kuadran ini orang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, karena mereka tau jika mereka tidak bekerja keras, maka mereka tidak layak dibayar tinggi.
  3. B (Pemilik Bisnis): Kelompok ini adalah kebalikan atau lawan orang-orang yang berada di kuadran S, karena cara berpikir mereka adalah "Mengapa melakukannya sendiri kalau bisa memperkerjakan orang lain untuk melakukannya untuk kita dan mereka bisa melakukannya dengan lebih baik?". Pada kuadran ini bisnis berjalan secara otomatis (memiliki sistem) dan mempekerjakan orang-orang yang kompeten untuk menjalankan sistem tersebut. 
  4. I (Investor): Kuadran ini orang menghasilkan uang dari uang, mereka tidak harus bekerja keras karena uang mereka bekerja untuk mereka.

Perbedaan sisi kiri (E dan S) dan kanan (B dan I) kuadran:

  • Orang yang berada pada kuadran kiri (E dan S) mengejar keamanan keuangan dengan mencari pekerjaan yang memberikan jaminan.
  • Orang yang berada pada kuadran kanan (B dan I) mengejar kebebasan keuangan. 
  • Orang yang berada pada kuadran kiri (E dan S) membayar orang untuk menanggung resiko. Contoh: perusahaan asuransi mengasuransikan kesehatan dan perusahaan tersebut menanggung resikonya, tetapi orang yang berada di kuadran E dan S yang membayar mereka.
  • Orang yang berada pada kuadran kanan (B dan I) dibayar untuk menaggung resiko. Contoh: Investor berinvestasi di bisnis B, investor membayar B untuk menanggung resiko (B menanggung resiko namun dibayar).
  • Orang yang berada di posisi kuadran kiri (E dan S) tidak bisa melihat apa yang sedang dilakukan orang-orang di sisi kuadran kanan (B dan I). Namun, orang-orang di sisi kanan tahu apa yang sedang dilakukan orang-orang di sisi kiri. 

Mengetahui lebih dalam sisi kanan kuadran    

    Uang adalah konsep, mempelajari permainan uang dan cara memainkannya adalah bagian penting ketika menuju kebebasan keuangan. Permainan uang hanya bisa dilakukan di posisi kuadran kanan yaitu B dan I. Untuk melihat uang dengan jelas tidak cukup hanya dengan menggunakan mata, tapi kita perlu menggunakan pikiran. Oleh karena itu kita perlu melek keuangan (memahami istilah-istilah keuangan dan tau ke arah mana uang kita mengalir) dan mengenali resiko-resiko yang ada. Kalau kita tau cara mengelola uang, uang akan menghampiri kita atau orang-orang akan memohon supaya kita menerimanya untuk mengelola uang tersebut. Tapi kalau tidak, uang akan menjauhi kita atau secara tidak langsung kita merasa tidak pernah memiliki cukup uang atau uang hanya singgah ke dalam dompet kita.    

    Rahasia untuk mencapai kebebasan keuangan adalah OPT - other people's time (waktu orang lain) dan OPM - other people's money (uang orang lain), kedua hal tersebut ditemukan di kuadran B dan I. Untuk berhasil di kuadran B dan I, banyak keterampilan yang diperlukan dan keterampilan tersebut tidak diajarkan di sekolah, seperti keterampilan mengelola uang dan orang di bisnis, kemampuan melihat 5% uang dengan mata dan 95% dengan pikiran, dll. Salah satu alasan orang kaya mejadi makin kaya adalah mereka bisa mnghasilkan uang dalam jumlah besar, namun hanya perlu membayar sedikit pajak bahkan tidak sama sekali karena mereka menghasilkan uang dari kolom aset (properti, saham dll) bukan dari kolom penghasilan (pekerjaan).

Ada 3 cara yang bisa membuat kamu mencapai atau menjadi B dengan cepat:

  1. Cari mentor yaitu orang yang sudah melakukan apa yang ingin kamu lakukan dan dia berhasil melakukannya.
  2. Membeli waralaba, dengan membelinya kamu membeli sistem yang sudah berjalan dan teruji.
  3. Bergabung dengan pemasaran jaringan atau yang disebut juga multilevel marketing.

    Kuadran I (Investor) adalah kuadran untuk bekerja lebih sedikit, menghasilkan uang lebih banyak dan membayar pajak lebih kecil. Buku ini menyarankan agar orang-orang tidak terburu-buru beralih ke kuadran I jika kita tidak memiliki banyak waktu dan uang. Sebelum berada di kuadran I sebaiknya kita berada di kuadran B terlebih dahulu, dengan demikian kita bisa mengembangkan naluri bisnis yang kuat agar bisa menjadi investor yang hebat. Investasi memang beresiko kalau kita tidak memiliki pendidikan keuangan, pengalaman serta bimbingan, daripada menghindari resiko lebih baik kamu belajar mengelola resiko yang ada. Dengan belajar berinvestasi kamu memiliki kunci kebebasan keuangan, karena kamu belajar membuat bagaimana uang bekerja untukmu. Ada lima tingkat investor, yang bisa kamu temukan di kuadran I: 

  1. Tingkat kecerdasan keuangan nol, mereka menghasilkan banyak uang dan membelanjakan lebih banyak dari yang mereka dapatkan, namun tidak ada hasil dari pembelian yang membuat dia semakin kaya.    
  2. Tingkat orang yang suka menabung, level ini di isi oleh orang yang berinvestasi di pasar obligasi (surat utang) atau pun menyimpan uang dalam dana pensiun. Orang yang berada pada level ini dikatakan sebagai pecundang, karena yang mereka lakukan adalah menabung sama dengan memarkirkan uang mereka.
  3. Tingkat orang yang terlalu sibuk, level ini diisi oleh investor yang tidak sempat mempelajari dunia investasi karena terlalu sibuk mengurus karir, keluarga, hobi dll. Oleh karena itu mereka memilih untuk menyerahkan uang mereka kepada orang yang bisa mengurusnya untuk mereka.
  4. Tingkat profesional, tingkat ini diisi investor mandiri. Mereka tidak mau membayar komisi yang besar kepada pialang saham atau manajer investasi, mereka memilih untuk mencari tahu, mengurus investasi dan membuat keputusan sendiri.
  5. Tingkat Kapitalis, level ini diisi oleh para pemilik bisnis dari kuadran B yang berinvestasi di kuadran I. Pada level ini investor biasanya menggunakan uang orang lain untuk berinvestasi.     

7 langkah menemukan jalur cepat keuangan menurut Robert T. Kiyosaki

  1. Urus bisnis anda sendiri, mengurus bisnis anda sendiri tidak beresiko, yang beresiko adalah mengurus bisnis orang lain seumur hidup.
  2. Kendalikan arus kas anda, lebih banyak uang tidak akan menyelesaikan masalah kalau problembnya adalah pengelolaan arus kas.
  3. Ketahui perbedaan antara resiko dan berisiko, bisnis dan Investasi itu menjadi beresiko kalau kamu tidak memiliki pengetahuan atau tidak mau belajar terlebih dahulu.
  4. Menentukan kamu ingin menjadi investor tipe apa. Tipe A, investor yang mencari problem. Tipe B, investor yang mencari jawaban. Tipe C, investor yang mencari ahli/orang lain untuk memberitahunya apa yang harus dilakukan.
  5. Cari mentor, tokoh panutan terbalik (orang yang pernah gagal yang bisa meberi panutab akan hal apa yang sebaiknya dihindari) dan tokoh panutan (orang yang sudah berada ditempat yang ingin kamu tuju dan orang yang bisa membimbing secara spiritual)
  6. Jadikan kekecewaan sebagai kekuatan anda, karena kekecewaan adalah bagian penting dari pembelajaran yang membentuk karakter kita.
  7. Kekuatan keyakinan, satu-satunya orang yang menentukan pendapat yang kamu percayai tentang dirimu adalah kamu sendiri.

Lesson Learned

  • Pada kuadran cashflow ada sebuah pola. Seorang E bekerja untuk sistem, seorang S adalah sistem, seorang B menciptakan, memilika dan mengendalikan sistem dan seorang I menginvestasikan uang dalam sistem.
  • Inti dari permainan uang, kalau kamu menanggung utang dan resiko kamu harus dibayar. Artinya kalau kamu berutang secara pribadi, pastikan jumlahnya kecil. Kalau kamu berutang besar pastikan orang lain yang membayarnya. Dengan begitu kamu menghilangkan atau memberikan resiko untuk ditanggung oleh orang lain.
  • Cara jitu menjadi B dan I yang sukses, bermimpilah besar lalu capailah sedikit demi sedikit setiap hari bukan mati-matian mencoba meraih target besar yang terkadang menyiksamu. Kenapa sedikit demi sedikit? dengan menetapkan target yang tidak terlalu besar atau yang bisa kamu kerjakan, bisa memberi dukungan positif jika berhasil kamu capai dalam perjalanan menuju target besar yaitu berpindah ke sisi kanan cashflow kuadran. 
  • Hidup di kuadran B bukan tentang melakukan tapi lebih tentang menjadi pribadi yang diperlukan. Yang terpenting bukanlah apa yang dilakukan dilakukan orang B dan I, melainkan bagaimana mereka berpikir.
  • Banyak orang percaya bahwa dengan menghasilkan lebih banyak uang maka masalah keuangan akan selesai, tapi dalam banyak kasus justru malah menimbulkan problem keuangan yang lebih besar karena mereka tidak memiliki kemampuan mengelola uang atau pengetahuan mengelola arus kas. 
  • Hal-hal lain yang perlu dipelajari jika ingin menjadi B, belajar menaklukkan rasa takut ditolak dan berhenti mencemaskan apa yang akan orang lain katakan tentang kamu. Pakai juga waktumu untuk belajar memimpin orang, karena bekerja dengan berbagai tipe orang adalah hal tersulit dalam bisnis.
  • Dan masih banyak lagi :)

Last but not least, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca karena bisa menjadi investasi yang sangat baik bagi siapapun, terkhusus bagi kamu yang saat ini berada di usia 20an.

I would give this book a 5 out of 5 star rating     ★★★★

Jika kamu punya pertanyaan, silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar atau tinggalkan pertanyaan melalui direct message instagram (@jahyamikhael). Thank you, and see you in the next book review. Stay tuned!

Komentar